Langsung ke konten utama

Perihal Menulis

Perihal Menulis
Menulis bukan perkara yang mudah. Namun, harus dengan keinginan, semangat, tekad, keberanian, dan optimis akan memulai menulis perlu disatukan untuk dapat menghasilkan tulisan. Tidak ada kata terlambat, tidak ada kata tidak bisa, dan tidak ada kata tidak biasa untuk menulis. Semua penulis hebat dulunya juga tidak bisa dan tidak terbiasa.
Dengan memiliki semangat untuk selalu ingin menjadi pribadi yang berkarya dan tidak hanya menikmati karya orang lain saja. Bersyukur karena Allah beri semangat dan keinginan untuk menulis ini, bagus atau tidaknya itu bukan perkara yang harus dipikirkan. Yang tepenting sekarang mulai menulis saat ini juga. Jika menunggu kapan kita pantas untuk menulis, mungkin tidak akan ditemukan waktunya. Memantaskan diri bukan berarti menunggu waktu yang pantas. Namun, memulai dari sekarang untuk menjadi yang lebih pantas.
Dengan menulis dapat berbagi pengalaman, pembelajaran, inspirasi, suka maupun duka. Terimakasih kepada penulis yang sudah menginspirasi saya untuk menulis. Tekad akan selalu menulis dan terus menulis. Semoga esok bisa menjadi tulisan yang sempurna dan bermanfaat untuk orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika orang lupa kapan dia harus Ber-TerimaKasih

Mungkin sebagian atau kebanyakan orang nggak peka dengan ucapan TERIMA KASIH. Ya, mungkin bukan orang lain aja, termasuk gue juga pernah nggak acuh dengan ucapan itu. Ketika orang lain lupa kapan dia harus berteimakasih, gue mikirnya gimana ya. Heran aja sama orang yang di lupa kapan dia harus lakuin itu. Sekarang gue bukan mau ngomongin orang lain, tapi terutama gue ngomongin diri gue sendiri lah ya untuk gue bisa intropeksi diri dari apa yang gue lakuin selama ini. Karena gue juga sering ngeluh, bahkan bukan sering lagi, mungkin seringnya ke-banget-an. Mau gimana lagi karena gue belum sadar gitu rasanya gimana gue nggak bilang TERIMA KASIH Ya ALLAH. Gue sangat percaya kalau Tuhan akan marah sama hamba-Nya yang nggak tau terima kasih.  Kenapa?? Kenapa??. Jawabannya gue aja manusia terus gue mungkin dikit aja bantuin orang, atau ngasih orang, atau nasehatin/bantuin urusan orang atau apalah. Nggak ada terima kasih dari orang tersebut. Sumpah, gue kesel banget. Apalagi Tuhan. Emang s...
Di masa depan tak ada yang dapat memprediksi Tak ada yang tau Tak ada yang akan menjamin Karena tak semua do'a yang akan terkabulkan Mungkin saja diganti dengan yang lain Mungkin saja dikabulkan diwaktu yang tepat Namun, yang ada hanya harapan yang selalu disebut di dalam do'a Mungkin saat ini memang hanya ada harapan Segelintir usaha dan seuntai do'a Tanpa lelah masih kalimat itu yang senantiasa terucap Keinginan yang semakin hari semakin ingin Mimpi-mimpi itu masih tetap hadir saat melihat matahari masih tetap bersinar Matahari memberi semangat, bahwa ia masih menemani Masih ingin bersama walapun sampai senja Ketika menatap langit, seraya selalu berkata dalam hati Wujudkanlah mimpi ini Ya Rabb Hanya Engkau yang Maha Pengasih yang akan mengabulkan untaian do'a Berharap harapan menjadi kisah bahagia Segala harapan ini semoga selalu mendekatkan diri kepadaMu Semoga tak menjadi perbuatan dan usaha yang sia-sia Bersungguh dalam setiap langkah hanya untu...
Suatu malam dalam sendu Air mata ini mengalir Ada ketakutan, kegetiran, kekecewaan, kekhawatiran. kala itu, air mata ini jatuh Tatkala menahan suara sesak Tak ingin disaksikan oleh manusia lain Kesedihan tetap mengikutiku Tak dapatkah hati ini melupakan atau lari dari kesedihan ini Ibu... Ingin ku memeluk mu dan mengatakan semua ini. Kesedihan yang ku pendam Tak ingin sebenarnya engkau tau karena ku tau akan banyak jiwa yang terluka dengan kesedihan ku ini Selama ini mungkin gelak tawa yang selalu ku hadirkan didekatmu Tak ingin engkau sedih dengan kesedihan ku Tak tau bagaimana cara mengungkapkan agar tak membuat air mata ini tidak jatuh saat menceritakannya. Tak tau bagaimana cara ketika mendengarkan ku bercerita ibu tak ikut sedih. Bagaimana? Tak ingin satupun hati yang merasakan sedih dengan kesdihan yang dirasakan akibat kekhawatiran ini. Ibu.. Memang benar yang ibu katakan. Dunia ini akan mencekam jika tak punya tombak untuk melawan. Aku merasakan beratnya. Al...