Langsung ke konten utama

Ketika orang lupa kapan dia harus Ber-TerimaKasih

Mungkin sebagian atau kebanyakan orang nggak peka dengan ucapan TERIMA KASIH. Ya, mungkin bukan orang lain aja, termasuk gue juga pernah nggak acuh dengan ucapan itu. Ketika orang lain lupa kapan dia harus berteimakasih, gue mikirnya gimana ya. Heran aja sama orang yang di lupa kapan dia harus lakuin itu. Sekarang gue bukan mau ngomongin orang lain, tapi terutama gue ngomongin diri gue sendiri lah ya untuk gue bisa intropeksi diri dari apa yang gue lakuin selama ini. Karena gue juga sering ngeluh, bahkan bukan sering lagi, mungkin seringnya ke-banget-an. Mau gimana lagi karena gue belum sadar gitu rasanya gimana gue nggak bilang TERIMA KASIH Ya ALLAH. Gue sangat percaya kalau Tuhan akan marah sama hamba-Nya yang nggak tau terima kasih.  Kenapa?? Kenapa??. Jawabannya gue aja manusia terus gue mungkin dikit aja bantuin orang, atau ngasih orang, atau nasehatin/bantuin urusan orang atau apalah. Nggak ada terima kasih dari orang tersebut. Sumpah, gue kesel banget. Apalagi Tuhan. Emang sih Allah jauh lebih pemaaf, penyayang dari gue, sangat jauh sekali baiknya super super baiknya. Tapi mikir aja, Allah udah kasih segalanya buat kita (gue juga), tapi gimana responnya ngeluh yang kebanyakan. Gue baru ngerasain gimana perasaan Tuhan Sang Pencipta Semesta Alam ini. Gue aja nggak ada apa-apanya, satu orang aja yang gue udah bela-belain buat temen, tapi apa? dia lupa mungkin cara berterima kasih itu gimana. Memang kita itu harus ikhlas, tapi ketika melakukan sesuatu yang niat awalnya ikhlas, belum terwujud ikhlas yang sempurna sampai ada respon/ungkapan yang positif seperti ucapan terima kasih tersebut. Awalnya ikhlas dan ujung-ujungnya kesel, hasilnya juga nggak ikhlas. Susah untuk ikhlas sama orang yang lupa cara berteimakasih gitu. Dan intinya gue nggak mau lagi ngeluh dengan ketetapan Allah namun gue berusaha aja meraih apa yang gue inginkan, dan gue harus sering sering ber-TERIMA KASIH kepada ALLAH, ortu, kakak & abang gue, terus siapa aja yang baik hati sama gue. Kalau gue lupa gimana gue harus berterimakasih kepada siapapun, itu bakalan membuat orang lain sedih, kesal, jadi nggak ikhlas, orang lain itu nggak bakalan mau lagi bantuin gue dan urusan gue nantinya nggak lancar. Dan lo pasti pernah merasakan betapa bahagianya lo habis bantuin orang atau temen lo capek capek terus pas udah selesai di bilang MAKASI ke lo, gimana rasanya? Bahagiakan, dan lo pasti bakalan lupa kalau lo udah capek. Intinya dari tulisan gue ini, lo harus selalu ingettttt bahwa lo itu harus berterimakasih kepada siapapun yang berbaik hati, berjasa, udah ngurusin masalah hidup lo, biayain hidup lo, dll. Pokoknya lo harus berterima kasih. Ucapan itu doang kok yang dibutuhin lo nggak perlu balas dengan materi atau jasa apapun. Tapi lo jangan sampai lupa gimana cara nya ber-terimakasih. Kalau nggak, lo bakalan nyakitin perasaan orang lain. Dan bikin pahala orang nggak diterima gara-gara nggak ikhlas bantuin lo.
Thank you.

Kalau tulisan gue ada salah salah, maklum tulisan ini ga ada gue baca ulang. Ini gue tulis 30 menit. Dan langsung di publikasikan. Karena gue lagi kesel. Hahaha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di masa depan tak ada yang dapat memprediksi Tak ada yang tau Tak ada yang akan menjamin Karena tak semua do'a yang akan terkabulkan Mungkin saja diganti dengan yang lain Mungkin saja dikabulkan diwaktu yang tepat Namun, yang ada hanya harapan yang selalu disebut di dalam do'a Mungkin saat ini memang hanya ada harapan Segelintir usaha dan seuntai do'a Tanpa lelah masih kalimat itu yang senantiasa terucap Keinginan yang semakin hari semakin ingin Mimpi-mimpi itu masih tetap hadir saat melihat matahari masih tetap bersinar Matahari memberi semangat, bahwa ia masih menemani Masih ingin bersama walapun sampai senja Ketika menatap langit, seraya selalu berkata dalam hati Wujudkanlah mimpi ini Ya Rabb Hanya Engkau yang Maha Pengasih yang akan mengabulkan untaian do'a Berharap harapan menjadi kisah bahagia Segala harapan ini semoga selalu mendekatkan diri kepadaMu Semoga tak menjadi perbuatan dan usaha yang sia-sia Bersungguh dalam setiap langkah hanya untu...
Suatu malam dalam sendu Air mata ini mengalir Ada ketakutan, kegetiran, kekecewaan, kekhawatiran. kala itu, air mata ini jatuh Tatkala menahan suara sesak Tak ingin disaksikan oleh manusia lain Kesedihan tetap mengikutiku Tak dapatkah hati ini melupakan atau lari dari kesedihan ini Ibu... Ingin ku memeluk mu dan mengatakan semua ini. Kesedihan yang ku pendam Tak ingin sebenarnya engkau tau karena ku tau akan banyak jiwa yang terluka dengan kesedihan ku ini Selama ini mungkin gelak tawa yang selalu ku hadirkan didekatmu Tak ingin engkau sedih dengan kesedihan ku Tak tau bagaimana cara mengungkapkan agar tak membuat air mata ini tidak jatuh saat menceritakannya. Tak tau bagaimana cara ketika mendengarkan ku bercerita ibu tak ikut sedih. Bagaimana? Tak ingin satupun hati yang merasakan sedih dengan kesdihan yang dirasakan akibat kekhawatiran ini. Ibu.. Memang benar yang ibu katakan. Dunia ini akan mencekam jika tak punya tombak untuk melawan. Aku merasakan beratnya. Al...