Suatu malam dalam sendu
Air mata ini mengalir
Ada ketakutan, kegetiran, kekecewaan, kekhawatiran.
kala itu, air mata ini jatuh
Tatkala menahan suara sesak
Tak ingin disaksikan oleh manusia lain
Kesedihan tetap mengikutiku
Tak dapatkah hati ini melupakan atau lari dari kesedihan ini
Ibu...
Ingin ku memeluk mu dan mengatakan semua ini.
Kesedihan yang ku pendam
Tak ingin sebenarnya engkau tau
karena ku tau akan banyak jiwa yang terluka dengan kesedihan ku ini
Selama ini mungkin gelak tawa yang selalu ku hadirkan didekatmu
Tak ingin engkau sedih dengan kesedihan ku
Tak tau bagaimana cara mengungkapkan agar tak membuat air mata ini tidak jatuh saat menceritakannya.
Tak tau bagaimana cara ketika mendengarkan ku bercerita ibu tak ikut sedih.
Bagaimana?
Tak ingin satupun hati yang merasakan sedih dengan kesdihan yang dirasakan akibat kekhawatiran ini.
Ibu..
Memang benar yang ibu katakan. Dunia ini akan mencekam jika tak punya tombak untuk melawan. Aku merasakan beratnya. Alhamdulillah Allah sangat sayang kepadaku selalu memberikan nikmat di lain pintu nikmatnnya. Masih menguatkan kepala ini tegak untuk menatap langitNya.
Karena mu ibu mungkin kaki ini tidak akan dapat berdiri sendiri memendam rasa ini.
Karena rahmat allah jiwa ini tidak berada dala keputusasaan dan kegelapan.
Bahwasanya allah telah menyiapkanku cahaya-cahaya yang terang di masa depan.
#MenulisBukuBareng #SiapBerkarya #Moveon #MBB1
Air mata ini mengalir
Ada ketakutan, kegetiran, kekecewaan, kekhawatiran.
kala itu, air mata ini jatuh
Tatkala menahan suara sesak
Tak ingin disaksikan oleh manusia lain
Kesedihan tetap mengikutiku
Tak dapatkah hati ini melupakan atau lari dari kesedihan ini
Ibu...
Ingin ku memeluk mu dan mengatakan semua ini.
Kesedihan yang ku pendam
Tak ingin sebenarnya engkau tau
karena ku tau akan banyak jiwa yang terluka dengan kesedihan ku ini
Selama ini mungkin gelak tawa yang selalu ku hadirkan didekatmu
Tak ingin engkau sedih dengan kesedihan ku
Tak tau bagaimana cara mengungkapkan agar tak membuat air mata ini tidak jatuh saat menceritakannya.
Tak tau bagaimana cara ketika mendengarkan ku bercerita ibu tak ikut sedih.
Bagaimana?
Tak ingin satupun hati yang merasakan sedih dengan kesdihan yang dirasakan akibat kekhawatiran ini.
Ibu..
Memang benar yang ibu katakan. Dunia ini akan mencekam jika tak punya tombak untuk melawan. Aku merasakan beratnya. Alhamdulillah Allah sangat sayang kepadaku selalu memberikan nikmat di lain pintu nikmatnnya. Masih menguatkan kepala ini tegak untuk menatap langitNya.
Karena mu ibu mungkin kaki ini tidak akan dapat berdiri sendiri memendam rasa ini.
Karena rahmat allah jiwa ini tidak berada dala keputusasaan dan kegelapan.
Bahwasanya allah telah menyiapkanku cahaya-cahaya yang terang di masa depan.
#MenulisBukuBareng #SiapBerkarya #Moveon #MBB1
Komentar
Posting Komentar