Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018
Di masa depan tak ada yang dapat memprediksi Tak ada yang tau Tak ada yang akan menjamin Karena tak semua do'a yang akan terkabulkan Mungkin saja diganti dengan yang lain Mungkin saja dikabulkan diwaktu yang tepat Namun, yang ada hanya harapan yang selalu disebut di dalam do'a Mungkin saat ini memang hanya ada harapan Segelintir usaha dan seuntai do'a Tanpa lelah masih kalimat itu yang senantiasa terucap Keinginan yang semakin hari semakin ingin Mimpi-mimpi itu masih tetap hadir saat melihat matahari masih tetap bersinar Matahari memberi semangat, bahwa ia masih menemani Masih ingin bersama walapun sampai senja Ketika menatap langit, seraya selalu berkata dalam hati Wujudkanlah mimpi ini Ya Rabb Hanya Engkau yang Maha Pengasih yang akan mengabulkan untaian do'a Berharap harapan menjadi kisah bahagia Segala harapan ini semoga selalu mendekatkan diri kepadaMu Semoga tak menjadi perbuatan dan usaha yang sia-sia Bersungguh dalam setiap langkah hanya untu...
Merangkai masa depan dengan indahnya hari ini. Selalu ingin mengukirkan keindahan setiap langkah untuk menyambutmu. Upayakan semua demi masa depan, salah satunya yaitu memperbaiki diri. Memperbaiki diri adalah hal yang terpenting dalam setiap menuju masa depan. "Barangsiapa yang mengenal dirinya, ia akan sibuk untuk memperbaiki diri daripada sibuk mencari-cari aib dan kesalahan orang lain." (Ibnul Qayyim) Tak akan indah jika diri ini masih seperti dulu yang tidak baik. Dalam menanti masa depan sibuk untuk memperbaiki diri. Waktu akan berlalu tanpa henti. Jangan sampai penyesalan yang menyadarkan jika sudah di ujung cerita Jika saat ini tanpa diiringin dengan perubahan dan kebaikan, mustahil untuk menyambut nan indah. Semoga kita senantiasa memperbebaiki diri kapanpun dan dimana pun. Setiap orang boleh memiliki masa lalu yang buruk. Namun, untuk masa depan kita dapat merubah situasi. #MenulisBukuBareng #siapberkarya #moveup #MBB1
Suatu malam dalam sendu Air mata ini mengalir Ada ketakutan, kegetiran, kekecewaan, kekhawatiran. kala itu, air mata ini jatuh Tatkala menahan suara sesak Tak ingin disaksikan oleh manusia lain Kesedihan tetap mengikutiku Tak dapatkah hati ini melupakan atau lari dari kesedihan ini Ibu... Ingin ku memeluk mu dan mengatakan semua ini. Kesedihan yang ku pendam Tak ingin sebenarnya engkau tau karena ku tau akan banyak jiwa yang terluka dengan kesedihan ku ini Selama ini mungkin gelak tawa yang selalu ku hadirkan didekatmu Tak ingin engkau sedih dengan kesedihan ku Tak tau bagaimana cara mengungkapkan agar tak membuat air mata ini tidak jatuh saat menceritakannya. Tak tau bagaimana cara ketika mendengarkan ku bercerita ibu tak ikut sedih. Bagaimana? Tak ingin satupun hati yang merasakan sedih dengan kesdihan yang dirasakan akibat kekhawatiran ini. Ibu.. Memang benar yang ibu katakan. Dunia ini akan mencekam jika tak punya tombak untuk melawan. Aku merasakan beratnya. Al...

Terima Kasih Masa Lalu

Engkau mengajarkan banyak pelajaran hidup dan memberikan perjalanan panjang. Sedih sakitmu membuat diri ini kuat walaupun kuatnya belum sempurna. Tempaanmu memipihkan ketakutan. Engkau mengajarkan merubah kesedihan dihati dengan gelak tawa yang di hadirkan. Engkau mengajarkan untuk selalu menghadirkan kebahagiaan. Perjalanan dengan pemandangan indah dan lika-likumu. Mengajarkan rasa syukur, kesabaran dan keikhlasan. Memberi tawa, suka, duka, tangis dan kesedihan. Tak jarang jiwa ini mengeluh, bersedih, kecewa. Namun, kau tak lelah menguatkan, mengajarkan dan menghargai setiap ceritamu. Karena rahmat Allah jiwa ini tidak berada dalam keputusasaan dan kegelapan. Bahwasanya Allah telah menyiapkan cahaya-cahayaNya yang terang di masa depan. Dunia ini akan mencekam jika tak punya tombak untuk melawan. Dan tombaknya hanya didapat dari masa lalu. [Terima kasih masa lalu] #MenulisBukuBareng #SiapBerkarya #Moveon #MBB1